Bill maher dating superhead

Proses Selznick mendapatkan Clark Gable dari tangan MGM ( studio yang menaugi sang aktor ) pun tidak lah mudah, berbagai negosiasi alot pun dilakukan Selznick kepada para petinggi MGM.

Untuk peran Scarlett O’Harra sendiri, Selznick turun tangan langsung mengaudisi ribuan aktris wanita secara random hingga akhirnya memangkas nya menjadi dua antara Paulette Goddard dan Vivian Leigh.

Semua menurut gw bermain lumayan, walaupun masih ditutupi oleh bayang-bayang Bale. Apa yang menjadi film ini semakin ‘sakit’ adalah betapa banyaknya unsur komedi satir dalam film ini. Selain itu, film ini juga menyinggung tentang hubungan sosial. Selznick membeli hak untuk memfilmkan novelnya sebesar ,000 atas dorongan teman temannya.

Jujur, gw tidak pernya menyangka banyak sindiran-sindiran halus yang menurut gw pintar, lucu, offensive (for some people) di saat yang bersamaan. Ada satu dialog yang gak bikin gw ketawa-ketawa ingetnya, ketika seorang PSK yang hendak melarikan diri dari kejaran Bateman dan dengan kuatnya menendang muka Bateman. Bagaimana ‘recognition’ oleh para peer2 itu sangatlah penting. Ellis maupun sang penulis naskah sekaligus sutradara, Haron, sendiri tidak pernah menjabarkan apakah sebenarnya semua yang digambarkan oleh Bateman itu adalah benar-benar nyata atau semuanya hanyalah termasuk halusinasi twisted milik Bateman sendiri. Studio besar waktu itu semacam, MGM dan RKO ironisnya sama sekali tidak tertarik membuat GWTW.

Scarlett sebenarnya bisa saja mendapatkan lelaki manapun saat itu, tapi ia lebih memilih untuk mengejar ngejar ( dan agak mempermalukan dirinya sendiri ) Ashley Wilkes, yang pada saat itu merupakan tunangan sepupunya, Melanie Hamilton.

Nah, di tengah konflik cinta segitiga itu muncullah pria yang terusir dari kampung halamannya dan merupakan veteran perang, Rhett Butler.

Film ini memang mostly nge-mock orang-orang yang kayaknya sangat mengagungkan penampilan atau outer look. Patrick Bateman sebenarnya tidak perlu lagi bekerja toh ayahnya adalah pemilik perusahaan. Lalu salah satu hal yang disinggung film ini adalah identitas. Kejanggalan demi kejanggalan yang kita temui di pengujung akhir juga sulit untuk dijadikan jawaban atas semua kegilaan dalam film ini. Victor Fleming ditunjuk sebagai sutradara menggantikan George Cukor, yang kabarnya dipecat Selznick karena konflik personal.

Dalam jajaran pemain utama, Clark Gable yang saat itu merupakan anak emas hollywood mengisi peran Rhett Butler .

Ia memberikan persahabatannya tanpa ada yang berani menolak, serta menentukan mana yang benar dan salah.

Menurutnya, pembunuhan halal dilakukan demi keadlian. Keluaga mafia sedang mengalami perang dingin yang menyebabkan terjadi perang antar geng.

Hayoo ati-ati ya deket2 orang bernama belakang ada Bate2nya.

Seperti apa yang gw sebut dalam review The Elephant Man beberapa minggu yang lalu: don’t judge a book by its cover. Patrick Bateman benar-benar terlihat sempurna, tetapi nyatanya dibalik semua itu, ada monster gila didalamnya. Memang tidak separah film-film sejenis, tapi tetap saja film ini masih bisa dibilang ‘sakit’. w=500" class="size-full wp-image-1350" src="https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/gone-with-the-wind-1939.jpg? w=535" alt="Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas" srcset="https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/gone-with-the-wind-1939500w, https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/gone-with-the-wind-1939.jpg?

Leave a Reply